Nostalgia Atlet Badminton


Ingat ketika dulu menjadi pemain badminton, yah memang sih sekarang mungkin tak ada yang mengira bahwa dulu saya merupakan atlet badminton dari PB jarum,  dulu saya bangga sekali menjadi salah satu atlet di pb jarum. Ketika itu saya berumur 12 tahun, saya sedikit lupa, ketika itu saya belajar di darussalam gontor ponorogo dan mengikuti tes menjadi atlet badminton akhirnya masuk. Sungguh bangga sekali ketika dulu menjadi pemain pb jarum, siapa sih yang tak ingin.

Tapi sekarang semua itu sudah berubah, ketika saya terpaksa memakai kacamata karena mungkin sering membaca dengan tiduran akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari profesi atlet. Padahal waktu itu prestasi saya semakin meningkat bahkan banyak event-event yang saya juarai, tapi mau gimana lagi masa atlet pake kacamata kan ga pantes, jadi saya putuskan untuk keluar.

Empat tahun berselang tak pernah memegang raket bahkan jarang olahraga, kemarin ada teman yang menantang saya untuk main badminton. Mungkin dia ga percaya ya bahwa saya mantan atlet, tapi sih saya rendah hati dulu soalnya sudah 4 tahun ga megang raket trus suruh musuhan kan kalo kalah malu.

But latihan yang terus menerus ketika menjadi atlet tak menyurutkan kemampuan saya sampai sekarang, kemarin permainan saya masih bagus sama seperti ketika menjadi atlet. Tapi mungkin hanya gerakan saya masih kaku, maklum jarang sekali olahraga fisik, mending tidur.

Smash masih bagus, begen masih bagus. Bahkan permainan masih sempurna, saya percaya bahwa ilmu itu tak kan pernah hilang dengan semudah membalikan tangan

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s