Kakek Kereta Kasih


kemarin di dalam kereta ekonomi ada sesuatu yang membuat gue haru. oh iya yang belum baca post sebelumnya baca dulu ya biar paham yang gue omongin.

di kereta ekonomi itu panas banget, trus kotor pula. tapi mau gimana lagi emang gue sama lucky udah ketinggalan kereta eksekutif. tapi lumayan juga sih, harga murah jadi duitnya bisa buat beli kolor 1 pack.

naik kereta ekonomi itu rebutan tempat duduk, iya ga enak banget sebenernya yang tua tua pasti kalah nyari tempat duduk. tapi untung aja itu masih pagi banget jadi belum terlalu rame. sepanjang perjalanan ada yang naik ada yang turun di stasiun stasiun tertentu. gue hitung orang yang duduk di depan gue ganti sampe 3 kali. pertama sih cantik, gue bisa menikmati wajahnya. yang kedua anak muda gitu, matanya jelalatan, kayaknya matanya tertuju nenek nenek di bangku seberang. nah yang terakhir orang berjenggot tebel, entah kenapa gue merasa takut aja untuk kali ini, gue takut dia anggota FPI yang menolak lady gaga. iya lady gaga yang pakaiannya buka buka trus pemuja setan aja di tolak. apa lagi gue yang pakaian gembel muka pun ikut gembel

entah di stasiun mana gitu ada sepasang kakek nenek dengan anaknya yang terlihat keterbelakangan mental. anaknya ini begitu agresif teriak teriak dengan kencang tanpa ada rasa malu ataupun takut. kira kira anaknya ini udah berumur sekitar 30 an, soalnya terlihat tua gitu. si kakek langsung aja memarahi anak itu, tapi tetep aja ga di dengerin malah semakin menjadi jadi. si nenek tersenyum dengan bangganya atas anaknya itu. karena kelakuannya semakin menjadi jadi kakek itu akhirnya mendatangi anaknya dan menjewer telinganya, begitu kejam dan kasar menurut gue. si anak tadi di suruh duduk dengan nada marah si kakek. namun belum begitu lama duduk nenek menyuruh anaknya itu untuk pindah bangku karena bangku yang di dudukin anak itu udah mulai panas terkena sinar matahari. si anak langsung aja nurut sama nenek. memang kasih ibu sangat mendalam.

ketika anak itu duduk agak lama dan terlihat senang sekali, gue melihat dia lama lama tertidur di kursinya. si kakek pindah yang tadinya 1 kursi sama nenek sekarang duduk di samping anaknya yang sedang tidur pulas. sesuatu yang membuat hati gue tersentuh ketika si kakek membelai rambut si anak, sesuatu yang membuat gue iri kepadanya. begitu besar kasih sayang kakek iya memang terlihat kasar kepada anaknya, namun iya begitu lembut ketika anaknya tidur. gue yakin si kakek ga mau terlihat lemah di hadapan anaknya, dia berusaha sekeras mungkin di depan anaknya, untuk mendidiknya. namun siapa sangka ketika anaknya tak melihat, kasih sayangnya begitu besar.

air mata gue menetes, begitu mulianya hidup ini. keluarga yang sempurna, keluarga yang di liputi kebahagiaan dengan berbagai kekurangannya. terlebih lagi ketika kakek nenek itu memakan pisang goreng dan gorengan lainnya. gue melihat diri sendiri, gue bisa makan dengan enak, bisa beli makanan mahal dan begitu menyenangkan namun ketika gue melihat muka kakek nenek itu begitu jelas gorengan yang harganya murah itu terlihat nikmat sekali untuk di makan. sangat berbeda sekali dengan gue.

mereka hidup di keluarga yang sederhana namun saling melengkapi. tapi gue yang segala sesuatunya udah di fasilitasi bokap nyokap namun masih aja merasa kekurangan, gue hina sekali di hadapan kakek nenek itu. gue belum bisa menghormati bokap yang susah payah mencari uang untuk keluarga. gue selalu marah marah ketika nyokap masak masakan yang ga enak. gue selalu marah marah ketika sesuatu hal yang gue pinginin ga di penuhi.

gue sadar, ternyata gue hati gue ini rendah sekali. gue akan berjanji ketika kuliah di bandung atau di luar negeri nanti gue ga terlalu tergantung kepada bokap nyokap, gue ingin berusaha menikmati hidup seperti keluarga kakek nenek ini. hidup tak akan mengajarkan kebaikan ketika kita tak mengangap hidup ini baik dan hidup tak akan berasa puas ketika kita tak menganggapnya sebagai kepuasan

6 thoughts on “Kakek Kereta Kasih

  1. Pengalaman hidup dan pencerahan yang nggak didapat waktu berangkat naik kereta eksekutif (lelahku jogja)…………..
    Nanti, lain kali sering2 aja naik kelas ekonomi…… wkwkwkwk…….

  2. Semangat kakek itu patut kita tiru terlebih buat anak muda seperti kita. Iya kan Fiaz? saya jawab sendiri “iya”. Bagus sekali motivasinya pada paragraf terakhir. Oh y pasti Fiaz suka ngoleksi kolor. Soalnya setiap baca posting Fiaz pasti selalu ada kata kolor nongol (sebenarnya gak terlalu juga, gak apa sekali sekali berlebihan). wah fiaz marah lari… gubrak

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s