Perpisahan Itu….


seiring berjalannya waktu seiring itu pula tuhan memperjelas kehidupanmu

gue hari ini niatnya sih mau ngambil ijazah setelah kemarin cap 3 jari (baca). tapi sampe di sekolah belum ada 3 menit gue udah pergi lagi. soalnya di kasih tau temen, yang cap jari hari sabtu bisanya di ambil jam 12 siang. akhirnya di ajak ke rumah pungki sahabat gue, baru kelas 3 sih persahabatan kita soalnya sebelumnya kita ga pernah sekelas tapi sebelumnya juga sering ketemu. si pungki ini mau pergi ke bandung untuk kerja.

walaupun gue nanti juga nyusul ke bandung untuk kuliah tapi perpisahan ini cukup membuat gue merinding. gue takut kalo umur gue ga panjang sedangkan janji untuk ketemu lagi sudah terucap, gue takut ga hidup di indonesia lagi dan menetap di luar negeri, gue takut kalo nanti gue ga jadi lelaki sejati lagi (yg terakhir bercanda..)

satu persatu temen gue udah pada pergi merantau lah, kerja lah. gue sih cuma bisa doain mereka ‘semoga tuhan bersama kalian dan kesuksesan akan selalu ada’. memang gue bukan sahabat atau teman yang baik, tapi gue yakin mereka masih menganggap gue sebagai anak yang bodoh ngomong tanpa berfikir. bahkan mungkin sering menyakiti hati mereka. tapi bisa bisanya mereka betah temenan sama gue, mungkin karena muka manis gue

ketika pungki pamitan sama pacarnya gue agak sedih juga. cinta yang dia jalin untuk saling melengkapi harus berbisah oleh jarak. temen temen gue yang akan merantau, mereka menghabiskan waktu berdua sama kekasihnya sebelum perpisahan.sedangkan gue paling juga nangisin tiang listrik

di sisi lain gue merasa beruntung ga punya pacar. gue ga bisa bayangin kalo punya pacar dan gue pergi ninggalin dia untuk cari ilmu entah di manapun dan pastinya gue ingin keluar negeri. gue juga manusia normal yang punya hati untuk seorang wanita, gue juga pingin seperti pungki dan temen gue yang lain yang menghabiskan masa sekolahnya dengan pacaran. tapi sejak kelas 3 sma gue janji dalam diri untuk tak pacaran, gue ga mau pacar gue nanti sakit hati karena gue tinggalin untuk sekolah di luar negeri dan tak tau kapan kembali. semoga impian gue untuk hidup di luar negeri tercapai

siklus hidup memang harus berjalan, kita tak boleh berhenti di satu tempat untuk menikmati kesengsaraan. hidup ini terlalu sedih untuk di renungi. gue yakin semua temen temen gue akan lebih sukses. dan gue tak mengharap untuk di ingat, tak mengharap untuk di kasihi, gue cuma ingin ketika gue mati nanti wajah feminim gue, bibir sexy gue, nama jelek gue tak pernah hilang dalam ingatan kalian.

3 thoughts on “Perpisahan Itu….

  1. huks huks ;(

    saya sebagai wanita yang tegar merasa terharu membayangkan perpisahan antara fiaz dan temen2 fiaz yang emang udah lama pengen berpisah sama fiaz *lohh

    aamiin deh utk harapan2 kamu yaz, semoga kamu juga lebih sukses dari temen2 kamu nanti🙂

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s