Harapan Mimpi


Apa kita di surga?

Kira-kira gue hidup di dunia ini banyak ngeluhnya deh. Mau makan, makanannya belum siap, ngeluh. Mau minta sesuatu belum terpenuhi, ngeluh. Bahkan mau kencing aja ngeluh.

Puji tuhan, gue selalu di permudah dalam hidup ini. Ngelihat temen yang  mulai sebelum lulus SMA sampai sekarang dia masih aja nyari universitas dan akhirnya ga di terima di mana-mana. Tuhan emang menunjukkan jalan dengan caranya tersendiri. Kemarin sempet ngobrol sama bokap waktu di bengkel mobil, betapa herannya bokap gue karena segala sesuatu yang gue alami begitu mudah. Masuk Universitas tanpa tes, segala macam biaya tanpa ambil pusing. ‘Terimakasih tuhan atas kekayaan pada keluarga kami’

Baru ngomong ngeluh, siang ini gue baru aja ngeluh. Bokap gue barusan dapet motor plat merah, nama lain dari motor dinas gitu. Gue ngeluhnya gini ‘Harusnya bukan motor dinas, mobil dinas dong. Biar mobil 3 tambah lagi satu’ dasar gue yang rakus. Iya sih gue kepengen banget kuliah bawa mobil sendiri, tapi kok kayaknya sombong gitu. Lebih memalukan sih ntar kalo gue bawa mobil keren, muka keren, trus ga punya pacar. Malu kan!

‘Yaz, ayah dapet mobil sama motor dinas. Lu besok mau yang merk apa?’ pertanyaan dari nyokap gue yang membuat gue semakin malu. ‘Gue ga kepingin mobil dinas Ma,.. ntar gue beli mobil banyak pake duit sendiri’ Nyokap gue langsung senyum bangga. Dan semoga perkataan gue benar terjadi.

Mimpi itu indah, bahkan indah banget. Namun kalo ga ada tuhan di hati kita, mimpi itu cuma mimpi. Ga ada keyakinan untuk meraihnya. Gue waktu itu pernah nyusun masa depan sama amanda (yang ga tau amanda silahkan baca post sebelum-sebelumnya). Impian masa depan gue enggak terlalu detail tapi gede. Membahagiakan orang tua. Menjadi penulis Best seller. Lulus dengan terbaik. Mempunyai bisnis skala internasional. Dan punya rumah seharga 7M.

Sungguh besar impian-impian gue. Sedangkan impian si amanda penjabaran dari impian gue. Padahal kita buatnya sendiri-sendiri. Tapi ketika di satukan semuanya cocok, seperti penjabaran bisnis dia pengen punya butik, pengen punya rumah makan di seluruh indonesia dan masih banyak lagi. Dan gue paling tersentuh ketika dia mempunyai keinginan meng-umrohkan orang tuanya, gue sih agak ga paham soalnya umroh. Umroh muslim sama katolik kan beda. Kita sama-sama memimpikan merajut mimpi dalam angan. Dalam hati gue selalu berkata kita akan menjadi pasangan serasi dua agama dua hati menjadi satu. Dan semoga itu bukan hanya harapan menjadi kenyataan sejati

10 thoughts on “Harapan Mimpi

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s