Keluar Jomblo Malam


Malam minggu sebagai seorang yang jomblo itu kadang menyenangkan dan kadang bikin galau. Untung temen sekamar jomblo semua jadi kita bisa keluar bareng. Menikmati indahnya malam minggu di bandung, kecuali si david dia gak ikut, lagi musuhan sama diare. Jadi kita juga ga ngajak. Ga enak kan, lagi macet tiba-tiba dia teriak nyari WC di tengah jalan.

Kita keluar ber-6, Haris dengan dandanan ala anak retro rapi, baju di masukkin, tapi malah kelihatan anak TK kurang makan. Si arif seperti biasa fashion ala bapak-bapak berkumis. Hakim ala anak rocker dengan anting di sebelah kanan tapi sayang jarang mandi. Risky yang punya perut berteteran, bisa tidur di manapun. Yudha, gaya fashionnya ga jelas sesuai mukanya sih. Dan gue yang selalu lebih modis dari pada yang lain bahkan gue sendiri bingung, kenapa gue lebih cocok jadi cewek.

Jam 5 kita jalan. Keluar lift bareng-bareng berasa boyband yang layak untuk di pukuli. Tujuan utama kita ke bookfair braga. Walaupun kita anak bandel tapi harus menjunjung tinggi ilmu dong. Sampe di sana magrib, maklum kejebak macet panjang. Pantat gue aja udah super panas.

Masuk sana di sambut oleh senyum penjaga stand buku, sayang kebanyakan cowok. Di sana cuma beberapa stand aja yang rame, ya cuma punyanya penerbit terkenal. Kita ber-6 keliling-keliling nyari buku yang sesuai dengan kita. Capek jalan kesana kemari, padahal tujuan utama cuma nyari buku yang berhubungan dengan jurusan kita ‘Sistem Informasi’. Kebanyakan buku di situ bertema islami. Setelah capek keliling, stand yang paling ponjok lah yang bikin kita senyum-senyum tak jelas kecuali riski, dia emang ga suka baca. Sukanya tidur sama makan, mungkin kalo kalian ketemu dia jangan heran kalo ga beda jauh sama sapi sehat.

Walaupun kita satu jurusan tapi minat kita beda-beda, si yuda suka sama rekayasa perangkat lunak. Hakim sama Haris sukanya tentang web design, sedangkan arif lebih melenceng dia sukanya buku-buka motivasi. Sedangkan gue pastinya suka buku pemrograman, tapi kali ini gue nyari buku pemrograman yang penerapannya ke mikrokontroler, soalnya gue masuk tim robotik di kampus, sebagai programmer robot. padahal Bahasa C aja ga ngerti apalagi biner, yang gue ngerti satu satunya bahasa rumit adalah bahasa cinta.

Sebagai anak kos kita harus memanfaatkan segala hal, di situ kalo beli buku banyak diskonannya juga banyak. Buku kita kumpulkan jadi 1 dan jadilah harga yang pas di kantong, dapet banyak bonusan lagi. Dasar mental anak kos.

‘Trus kita mau jalan kemana nih?’ kata Hakim

‘Ke Bar aja yuk’ Sahut haris

Gue mikir-mikir dulu dan banyak ga setujunya, akhirnya gue tolak mentah-mentah karena 1 alasan. Minum susu aja mabok apalagi alkohol.

Akhirnya kita ke angkringan di depan ITB, sumpah rame banget di sana. Duduk di tempat gelap dan penuh dengan asap rokok di iringi makanan ala jawa yang murah. Tapi gue harus menerima hidup di indonesia yang mayoritas penduduknya merokok, jadi di sana gue dikit-dikit nahan nafas, untung ga kentut.

6 thoughts on “Keluar Jomblo Malam

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s