Merasa Tak Layak


Merasa Tak LayakSepertinya tak layak punya gelar mahasiswa. Khususnya gue, mahasiswa kan harus pinter ngomong dan kritis. Lha gue pinter ngomong kalo jualan panci doang.

Mahasiswa sering demo untuk menuntut hak yang harus di tegakkan. Ini paling enggak cocok di gue, kalo gue ikut demo orang-orang pada protes. Iya maklum muka gue kalem, padahal yang bawah garang! *oke sedikit porno*

Mahasiswa itu harus cerdas. Gue ga masuk kriteria ini sama sekali pas SMA aja guru gue bilang gue paling bodoh. Waktu itu pelajaran fisika, di tanya “1 + 1 berapa yaz?” “tergantung kesuburan pak, bisa 3 bisa 4 atau bahkan 11” eh… gue langsung di suruh lari keliling lapangan. Padahal pas gue jawab itu di pelajaran biologi di puji sama gurunya lho

Gue akuin, gue mahasiswa bodoh. Waktu di kelas lainnya pada nyimak penjelasan dosen dengan hikmat. Gue malah kedinginan di bawah AC. Lainnya pada ikut UKM gue malah sibuk bersih-bersih WC. Gue sendiri heran kok gue beda banget sama orang normal. Untung kelamin gue normal

Bisa-bisanya gue punya cita-cita kuliah di luar negeri. Oh mungkin aja kalo gue kuliah di luar negeri bisa jadi pinter, jadi penemu dan dapet nobel. Mempunyai hak paten tentang penemuan ajaib. Sekarang di indonesia gue udah merintis penemuan ajaib, penemuan itu gue kasih judul “Memperbesar Hidung” ini gue temukan saat ngupil pake jempol tangan.

Kalo gue kuliah ke luar negeri gue kepengen ke Prancis atau kalo enggak ke korea. Pokoknya jangan ke jepang, budaya kerjanya tinggi. Di sini aja gue kuliah pagi sampe malem ujung-ujungnya kena tipus, apalagi di jepang bisa-bisa gue mampus.

Apalagi nyari jodoh di jepang, susahnya minta ampun. Gue pernah baca blognya orang luar dia bilang “Bekerja bertahun-tahun di jepang pun pulang tak dapat jodoh”. Orang jepang itu pemalu, bener-bener pemalu. Bukan kayak orang indonesia malu-malu tapi mau ujung-ujungnya ya hamil.

Kalian akan jarang banget melihat romantisme di jepang, ngelihat orang pacaran jalan berdua sambil bergandengan aja susahnya minta ampun. Dan kalo kalian lihat di cafe-cafe pasti jarang banget antara perempuan berbaur dengan laki-laki. Mereka bikin grup sendiri laki ya sama laki, perempuan ya sama perempuan. Beda sama anak muda indonesia mereka kalo ngopi pasti berbaur jadi satu, laki, perempuan, bahkan banci.

Kalo prancis atau korea gimana? gue ga tau. Ntar kalo gue main kesana dan semoga kuliah di sana akan gue ceritakan secara detail. Bahkan mungkin gue ceritain cara orang sana buang hajat. Kira aja bisa di contoh di indonesia.

14 thoughts on “Merasa Tak Layak

  1. huahahahaha….. malu-malu tapi ujung2nya hamil. *elus perut. Gue dulu waktu jadi mahasiswa termasuk yang ga ikut2an sok patriotisme ikutan demo. Kalopun ikut, gue pilih2 . Bukan berdasarkan nasi bungkus atau uang rokok yang ditawarkan. Tapi dari objektivitas, nilai perjuangan dan nurani. Gue ga mau terjebak dalam titel: mahasiswa pemberontak (tapi cuma ikut2an dan ga tau permasalahan).
    Soal beasiswa ke Perancis dan Korea, dah mulai belajar bahasa Perancis dan Korea belum? Karena itu dua negara (terutama Perancis) menggunakan bahasa ibu dan bukan bahasa Inggris (bahasa umum dunia) buat pembelajaran.
    Satu lagi, anak2 PPI (perhimpunan pelajar dunia) suka nongkrong di radio ppi dunia (streaming) meskipun penghuninya kadang adem kadang rame (tergantung jam belajar dan keadaan mereka). Kali aja kalo lo nongol dan ada yang lagi ngocol disitu lo bisa kenalan dan tanya2.

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s