Definisi Pintar


Definisi Pintar3 hari terakhir ini gue bikin survey kecil-kecilan. Sebenernya ini ga mutu tapi untuk menilai diri-sendiri harus ada perubahan, ya gimana gitu. Seperti kalo gue ngupil enaknya posisi apa. Kalo gue boker enaknya pake parfum apa.

Tapi ini survey cuma gue sebarin ke temen sendiri. Soalnya lebih ke personal, iya gue penasaran aja apa pandangan mereka terhadap gue. Apakah mereka melihat gue sebagai fiaz yang ganteng tapi terlalu cantik, atau bodoh tapi kelewat jelek.

Malem kemaren gue ngobrol sama arif  “Rif, lu ngelihat gue ini pinter ga sih? jawab serius ya” tanya gue.

“Pinter” kata dia. Gue penasaran “Di lihat dari mana?”.  Arif jelasin panjang lebar, dia bilang kelihatan hasil nilai yang gue peroleh, mulai dari pemrograman sampe bahasa. Puji Tuhan gue emang dapet sempurna. “Emang dari nilai bisa di katakan pinter?” tanya gue. “Enggak juga sih” kata arif. “Gue kan ga pernah belajar rif”, “Iya makanya itu kamu yang ga pernah belajar aja bisa dapet mahir, lha aku yang tiap hari belajar mati-matian dapet dasar terus”. Emang bener kata arif, dia tiap hari belajar terus mulai dari pemrograman, jaringan, database, bahasa dan mata kuliah lain siang malem. Lha gue kerjaan mangkal terus, untung ga pake bedak

Menurut gue orang yang pinter itu bukan orang seperti gue, tapi orang yang rajin belajar seperti arif. Orang yang selalu berusaha sendiri tanpa bergantung pada orang lain. “Tapi itu kan pandangan kamu yaz” kata arif. Coba deh kamu perhatiin gue, iya emang ga pernah belajar kan?. “Sama sekali” kata arif “tapi kamu selalu bisa yaz”. Itu bukan kebetulan, Tuhan itu menciptakan kita dengan otak yang cerdas dan kelembutan hati. Pernah ga kamu ngelihat gue ngeluh “Ga pernah sih” sahut arif. Maka dari itu Tuhan itu lebih suka orang yang selalu bergembira. Bukan yang mengeluh, kalo mau pinter terus belajar jangan mengeluh. “Tapi titit kecil harus mengeluh ga?” arif mulai ngaco.

Yang kedua gue tanya ke temen yang gue anggep paling pinter di kelas “Lu ngelihat gue pinter ga sih?” tanya gue. “Pinter dalam bidang lo” kata dia. “Maksudnya?”. Iya lo itu pinter dalam bidang lo sendiri, bisa pemrograman bisa desain tapi database lu ga ada minat kan? “Iya bener” kata gue. Jadi kamu itu pinter terhadap yang elo minati, sebenernya elo pinter dalam segala hal tapi ya itu yang menonjol cuma yang lo minati “Lu bisa bilang gue pinter terlihat dari mana? kan gue sering nanya elu, sering nyontek tugas-tugas elu” kata gue. “Iya sih lo itu emang pemalas, tapi gue ngelihat assisment elo selalu ngerjain sendiri. Bahkan anak-anak banyak yang nyontek elo kan?”. Dan gue baru sadar, iya banyak temen yang nyontek gue pas assisment, apa mereka khilaf. Atau mereka ngincer ke gantengan gue. Entah

Asli gue bingung, padahal gue selalu iri sama mereka. Mereka di ciptakan Tuhan lebih sempurna, gue selalu belajar dari mereka, gue selalu belajar sama kesabarannya arif, gue selalu belajar apapun yang ga gue ngerti. Gue banyak diam.

Pas gue jalan sama temen-temen. Azis nanya “Yaz, bener ga yang di kata yudha, kalo air bagus itu yang ga ada molekul yang di jelasin yudha tadi?”. “Hah, gue ga tau” kata gue. “Seriusan?”. “Iye bener ga tau zis, yudha kan emang pinter”. “Padahal dari muka pinteran elu lho yaz”. “Kok bisa?”. tanya gue penasaran “Iya bisanya yang mukanya kecina-cinaan kan pinter, tapi elu enggak yaz”. Dan kita semua ketawa, gue lebih seneng jawaban azis. Gue enggak pinter mungkin sebagian orang ngelihat muka gue langsung bilang ganteng dan pinter, tapi gue lebih setuju orang yang ngelihat gue langsung bilang “Dasar muka mesum!”

Jangan pernah menganggap remeh orang lain, hidup itu penuh perbedaan dan jadilah beda. Jangan pernah merasa pinter kalo nama elu enggak masuk daftar penemu atau pencipta. Orang pinter adalah mereka yang selalu belajar. Dan gue enggak cocok di kata pinter, lebih cocok dikata otak mesum.

9 thoughts on “Definisi Pintar

  1. Ehm, berarti intinya, pinter itu relatif kan? Karena setiap orang punya definisinya masing-masing. Hehe😀
    Oya, klo kata dosen mata Kuliah Filsafatku mah gini : “Semua teori/persepsi yang dibuat manusia itu relatif”.

  2. mengutip kata Bill Gates : saya hanya orang biasa yg hanya berhasil dalam ujian dalam satu bidang saja, tidak seperti teman yg lain yg sukses disemua akademis, namun mereka semua bekerja diperusahaan saya.
    kira2 gitu deh katanya , jadi pinter itu gak harus tau semuanya gitu hehe🙂

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s