Bukan UTS


Hidup BatasanBatas

Gue selalu salut sama orang yang dengan senangnya mau mengerjakan segala sesuatunya. Kalo dulu ada tuh temen di SMA yang apa-apa di kerjain dia padahal itu tugas kelompok. Gue sih seneng aja, toh gue males. Akibatnya pas presentasi gue cuma bisa peras kUIeringet sambil nahan kentut.

Kalo pas kuliah boro-boro ada orang egois, yang ada malah tugasnya ga beres. Ngadep dosen pipis di tempat.

Kemarin assisment basisdata, kalo ga tau basisdata intinya itu database dari sebuah informasi atau aplikasi, lebih jelas lagi tempat menyimpan data. Di dalam basisdata itu banyak diagram-diagram yang entah gue belum paham sampe sekarang. Mending kalo diagramnya itu bentuknya menarik seperti itunya jupe atau itunya aura kasih, pasti gue semangat belajar lha ini, kotak, persegi, tabung. Yang ada malah inget abang tukang bakso marilah kemari.

Kabar baiknya besok Desain interface gue ga ikut assisment, karena dosennya jatuh cinta padaku. Bukan maksud sebenernya, tapi dosennya kepincut sama desain tapilan facebook yang gue buat. Jadi di kajian 2 ini kita di tugaskan untuk mendesain ulang facebook dengan teori yang telah di ajarkan. Terserah lebih simple atau lebih ribet yang jelas user tidak asing dengan tombol atau icon yang kita buat. Dan desain gue itu padahal cuma ada 3 tombol di bagian home. Eh dari situ malah dosennya berdecak kagum. Trus gue sendiri malah yang bingung di tanyain ‘Fiaz kok bisa punya imajinasi kayak gitu?’ gue cuma jawab inspirasinya dari bentuk badan. Iya desain gue itu kayak badan gitu 2 tetek dan 1 pusar, nah itu gue jadiin icon. Jangan bayangin teteknya aura ya!

Kalo pas presentasi anak-anak pada jelasin desainnya gue malah jelasin pemrograman di dalam desain itu. Jadi desainnya itu harus di implementasikan ke program android. Dari situ gue malah seneng jadi banyak temen yang belajar sama gue, tapi sayang mereka ga bener-bener niat belajar. Cuma satu niat mereka nyari nilai. Sama kayak pelajar sekarang, mementingkan nilai untuk sukses. Bukan keahlian. #tsah sok banget ya gue ngomong gini. Bisa di telanjangin mentri pendidikan nih

Setiap di telpon orang tua, kakak, atau temen dari kampus lain pasti mereka nanya, udah UTS? hah apa uts? ujian tengah semester?. Ya ampun di kampus gue ga ada tuh kayak gituan, ga level kayak gitu. Yang ada di sini itu assisment. Wah enak ya kampus kamu. Gue selalu senyum bangga. Andai mereka tau, assisment itu lebih ribet, harus presentasi harus analisis di setiap kajian. Kalo menurut gue sih efektif bagi mereka yang bener-bener pengen dapet ilmu, toh biaya kuliah setara dengan univ di luar negeri. Tapi bedanya kalo UTS mahasiswa itu kelihatan pinter semua dari hasil nilai itu, kalo assisment yang pinter tambah pinter yang bodo ya tambah bodo. Dan gue termasuk yang bodo. *ya ampun, maluh aku* *tepok jidad, gesek-gesek pantat*

8 thoughts on “Bukan UTS

  1. assisment ini tugas besar gitu ya?
    perkuliahan memang begitu, all for one, one for one.
    tapi cuma di dalam kelas sih, teman terbaik itu kalau gak didapat di masa SMA ya di masa kuliah, menemani di kala labil.

  2. mending punya keahlian kali daripada jadi straight-A-student tapi gak bisa apa-apa, malah keliatan dongo

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s