Gila Jabatan


Bandung hujan. 2 tahun lalu gue inget terakhir kalinya nulis blog ini di tengah ujan. Dimana saat itu gue masih 1 apartemen sama arief, david dan haris. Kita semua semakin dewasa, semakin tak banyak waktu untuk saling menyapa.

Setahun setelah kita barengan si haris pindah kampus, ke unpad. Kita tau bahkan sadar diri ga semua orang betah lama-lama di depan laptop dengan segudang bahasa aneh berupa angka dan simbol. David sama arief sibuk akan segala aktifitas di kampus. Gue sibuk dengan kerjaan freelance sama ngampus.

Setiap temen kampus yang ketemu gue dan sedikit ngobol pasti ada pertannyaan. “Kok bisa kerja di situ?”

Gue sendiri punya jawaban template yang sering gue lontarkan “Soalnya gue punya karya”

Lebih menyakitkan lagi karena kerjaan gue masih di sekitar kampus adalah ketika ngebimbing mahasiswa yang melakukan riset. Gue ngebantu semaksimal mungkin akan data-data yang di butuhkan. Iya gue ada di divisi sistem informasi telkom.

Setelah mereka sidang dan sukses. Pasti ada ucapan selamat ke gue juga. Tapi dalam hati selalu bilang “Ya ampun gue lulus aja belom kok bisa ngebimbing mahasiswa buat lulus. Apa gue ntar juga lulus dengan gampang” Semoga

Lain-lagi soal cerita antara gue, manager, sama asisten manager. Hubungan antara gue sama manager, baik, sangat baik. Gue orang yang suka mencoba hal baru, beberapa kerjaan yang gue kerjan di sini dapat apresiasi dari manager bahkan beberapa atasan seperti rektor dan wakil-wakilnya pernah memberi selamat secara langung.

Apa yang gue lakukan. Sederhana, membuang ide-ide lama yang kaku dengan yang lebih simple. Kerjaan ini gue mulai dari tampilan web yang ada di seluruh jajaran telkom university. Fokus gue dari web yang sering di pakai mahasiswa dan dosen. Semua tampilan gue rombak sedikit demi sedikit jadi flat. Banyak yang ga suka untuk penilaian orang yang berumur 40 tahun ke atas. Gue sadar orang yang berumur masih punya penilaian kaku, mereka takut akan majunya teknologi. Namun bedaan bagi mereka yang punya pangkat tinggi. Entah kenapa.

Apakah lancar ide-ide gue? enggak. Berhubung gue di bawah asisten manager. Gue selalu di kekang sama dia. Setiap gue punya ide, asisten selalu tak setuju. Dan cara yang gue lakukan agar di setujui yaitu langsung ngomong ke manager. Atau bahkan ketika ada meeting dan ada kesempatan. Gue selalu membahas inovasi-inovasi yang dapat di pake. Iya gue ga pernah bahas langsung ke asisten. Karena asisten tetap kukuh akan jabatannya.

Ironis, hanya demi jabatan.

Salah satu temen kantor selalu bilang. “Di sini ada 2 masalah, orang yang gila jabatan dan orang yang tak mau berubah.”

One thought on “Gila Jabatan

Beri Masukan Tulisan gue ini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s